Berikut ini adalah Latihan Pernafasan
untuk penyembuhan segala macam penyakit, Metode ini saya lakukan sudah
sejak lama , sejak saya masih duduk dibangku sekolah menengah (kurang
lebih 20 tahun) dan saya selalu praktekan disetiap waktu
Rabu, 17 April 2013
Apakah Anda Melakukan 9 Kesalahan ini Dalam Percakapan?
Cara kita berkomunikasi dengan orang lain adalah sebuah kebiasaan.
Karenanya, seringkali kita tidak mengetahui apakah pola percakapan yang
kita lakukan sudah baik atau belum baik.
Dalam kehidupan sehari-hari pasti anda sering berkata dalam hati :
”ah tidak enak mengobrol dengan si A, lebih enak saya mencari si B dan
mengobrol dengannya.
”Saya
tidak tahu anda sendiri masuk ke dalam kategori mana : si A ataukah si
B, mudah-mudahan bukan si A karena si A biasanya selalu dijauhi oleh
teman-temannya.
Andai saja anda masuk dalam kategori si A, anda tidak perlu
khawatirkarena pola komunikasi yang kurang baik tentu saja dapat
diperbaiki. Di bawah ini adalah beberapa kesalahan yang umum dilakukan
oleh orang-orang beserta beberapa solusi untuk memperbaikinya.
1. Tidak Mendengarkan
Sebagian
besar orang bukanlah tipekal pendengar yang baik. Ini tentu saja
berhubungan dengan ego mereka yang tinggi, yang justru ingin lebih
didengarkan dibanding mendengarkan. Dalam setiap perbincangan mereka
sepertinya tidak tahan menunggu giliran untuk berbicara.
Belajarlah menekan ego anda untuk mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang orang lain katakan.
Ketika
anda mengambil sikap untuk mulai mendengarkan, anda sedang membuka
jalan untuk terciptanya suatu hubungan (apapun) yang sangat potensial.
Namun tetap hindari jawaban singkat “ya” atau “tidak”, karena jika anda
seperti itu lawan bicara anda akan memberikan informasi
setengah-setengah kepada anda. Antusiaslah terhadap topik yang sedang
mereka bicarakan, sebagai contoh, jika lawan bicara anda sedang
bercerita tentang pengalamannya mendaki gunung pada akhir minggu lalu,
anda dapat bertanya kepadanya :
1. gunung apa yang anda daki?
2. apa yang ada sukai dari mendaki gunung?
3. apa saja yang anda lakukan di atas gunung?
Pertanyaan-pertanyaan
semacam itu akan membuat topik pembicaraan menjadi lebih mendalam,
lebih menarik, serta memancing lebih banyak lagi topik untuk
didiskusikan. Dan yang tak kalah pentingnya lawan bicara anda mengetahui
bahwa anda sungguh-sungguh sedang mendengarkannya. Hal ini tentu saja
akan membuat tingkat respek lawan bicara anda bertambah pada anda.
2. Terlalu Banyak Bertanya
Beberapa
pertanyaan dapat berarti anda antusias dengan lawan bicara anda, namun
terlalu banyak bertanya pun akhirnya menjadi tidak baik karena
sepertinya anda sedang menginterogerasi lawan bicara anda, dan dapat
membuat mereka menjadi tidak nyaman.
Cobalah gabungkan antara pernyataan dan pertanyaan, misalkan :
saya pun minggu lalu berakhir pekan dengan memancing bersama teman-teman kerja saya. Apakah anda suka memancing?
3. Kehabisan Topik Untuk Dibicarakan
Dalam
percakapan mungkin anda sering merasa kehabisan topik untuk dibicarakan
dengan lawan bicara anda, terutama jika anda berbicara dengan seseorang
yang baru saja anda kenal. Untuk mencegah hal ini terjadi, ada beberapa
saran mengenai topik yang bisa anda bicarakan :
1. Seorang bijak pernah berkata
Jangan
tinggalkan rumah tanpa membaca surat kabar terlebih dahulu. Jika anda
kehabisan topik untuk dibicarakan, anda bisa memulai berbicara tentang
berita yang sedang hangat saat ini.”
2. Bicarakan tentang sesuatu yang berada disekeliling anda.
Mungkin
tentang aquarium yang berada dibelakang anda, anak-anak yang sedang
bermain di samping anda, atau apapun saja yang memungkinkan untuk
dibicarakan di sekeliling anda.
4. Penyampaian yang Buruk
Salah
satu hal yang paling penting dalam berkomunikasi bukanlah apa yang anda
katakan, melainkan bagaimana anda menyampaikannya. Perubahan dalam
kebiasaan ini akan membuat perbedaan besar, karena suara dan bahasa
tubuh adalah bagian yang sangat vital dalam berkomunikasi. Beberapa hal
dibawah ini untuk anda pertimbangkan :
Sampaikan
dengan perlahan. Ketika anda berbicara tentang suatu hal yang sangat
menyenangkan, mudah sekali bagi anda untuk memulai pembicaraan tersebut
dan bahkan anda dapat berbicara dengan sangat cepat. Usahakan anda
memperlambat kecepatan bicara anda, karena akan lebih mudah bagi lawan
bicara anda untuk mendengarkan dan menangkap maksud yang ingin anda
sampaikan.
- Bicaralah dengan suara lantang. Tidak perlu ragu, karena lawan bicara anda memang ingin
mendengarkan anda.
- Bicaralah dengan jelas. Jangan seperti bergumam.
- Bicaralah dengan suara yang tidak monoton. Libatkan emosi dalam suara anda.
- Gunakan jeda. Penyampaian dengan perlahan ditambah dengan jeda akan membuat lawan
bicara anda lebih perhatian dalam mendengarkan dan suasana pun menjadi lebih rileks.
- Gunakan bahasa tubuh yang baik. Dalam artikel mendatang, saya akan membahas
bagaimana menggunakan bahasa tubuh yang baik.
5. Menginterupsi
Apakah
yang anda rasakan jika pembicaraan anda dipotong oleh lawan bicara
anda? … Ya, lawan bicara anda pun akan merasakan hal yang sama jika anda
memotong pembicaraannya. Biarkan lawan bicara anda menghabiskan
terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Itu adalah salah satu bentuk
penghargaan anda pada lawan bicara anda. Carilah keseimbangan antara
mendengarkan dan berbicara.
6. Keinginan “Selalu Benar”
Orang
tidak akan terkesan kepada anda jika anda selalu ingin merasa benar
dalam setiap pembicaraan. Seringkali pembicaraan bukan betul-betul
sebuah diskusi. Kadang-kadang kita ingin menjaga mood tetap baik dengan
berbicara dengan seseorang. Sebagai contoh : salah satu teman anda ingin
bercerita kepada anda mengenai serunya pengalaman berarung jeram
sampai-sampai perahu karetnya terbalik. Namun anda malah berbicara
bagaimana berarung jeram yang baik. Saya yakin mood teman anda akan
langsung berubah.
Duduklah santai, berbicara dan tidak berdebat.
7. Berbicara Tentang Hal-Hal Aneh atau Negatif
Pernahkan
anda berkenalan dengan seseorang dan setelah itu ia berbicara tentang
hal-hal aneh atau negatif, seperti kesehatannya yang memburuk, cerita
pembunuhan, atasannya yang menyebalkan, atau menggunakan bahasa aneh
yang hanya ia dan temannya yang mengetahui artinya.
Saya
rasa tidak ada manfaatnya berbicara hal-hal aneh atau negatif seperti
itu. Orang-orang akan senang berbicara kepada anda jika anda selalu
memberikan energi positif dalam setiap kata-kata yang anda keluarkan.
8. Membosankan
Jangan
bercerita panjang-panjang tentang mobil anda yang baru saja anda beli
atau rumah anda yang baru saja selesai dibangun. Rata-rata orang tidak
terlalu tertarik dengan cerita semacam itu, yang terlalu mengekspose
kemampuan diri. Carilah topik yang mengarah pada hal-hal yang bergairah
atau hal-hal yang lucu misalkan. Bisa juga anda menceritakan tentang
pengalaman anda berakhir pekan di puncak kemarin atau rencana anda pada
liburan Lebaran mendatang. Intinya adalah sesuatu yang positif. Bukan
juga mengeluh tentang atasan atau pekerjaan anda.
Dale Carnegie pernah berkata :
”Dalam
2 bulan anda akan mempunyai lebih banyak teman dengan cara antusias
terhadap cerita-cerita mereka dibandingkan 2 tahun anda mencari teman
dengan cara berusaha memancing mereka tertarik pada cerita-cerita anda.”
Cobalah memberi peran lebih dalam berbicara untuk lawan bicara anda. Kelak anda akan membangun sebuah hubungan yang berkualitas.
Mungkin
anda sudah sering mendengar istilah “mengapa Tuhan menciptakan 2
telinga dan 1 mulut? … agar kita lebih banyak mendengarkan dibanding
berbicara.
9. Tidak Merespon Dengan Baik
Jika
seseorang bercerita tentang pengalamannya, jangan sekedar mengangguk
atau menjawab dengan kalimat singkat. Terbukalah dan katakan apa yang
anda pikirkan. Ekspresikan perasaan anda.
Sebagai
penutup, anda tidak harus memperbaiki ke-9 langkah diatas secara
sekaligus. Pilihlah kira-kira 3 hal terpenting yang menurut anda perlu
diperbaiki dan selama 3-4 minggu anda berusaha melakukan hal tersebut
secara terus menerus sampai akhirnya menjadi suatu kebiasaan.
Mudah-mudahan
tips ini bermanfaat bagi anda sehingga kelak anda dapat menjadi teman
bicara yang baik bagi teman-teman atau pasangan anda.
Category Article Motivasi
Tips Mengoptimalkan Kekuatan dalam Diri Kita
Tips Mengatasi Masalah Hidup dengan Mengoptimalkan Kekuatan dalam Diri Kita
Dalam hidup, masalah pastilah selalu ada. Namun tak ada persoalan yang tak mungkin diatasi. Dan kita sebagai manusia memegang peran kunci dalam mengatasi suatu masalah.
Dalam hidup, masalah pastilah selalu ada. Namun tak ada persoalan yang tak mungkin diatasi. Dan kita sebagai manusia memegang peran kunci dalam mengatasi suatu masalah.
Selasa, 16 April 2013
BEBERAPA ADAB ISLAMI DALAM HUTANG PIUTANG:
[1]. Hutang piutang harus ditulis dan dipersaksikan.
Dalilnya firman Allah I: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Rabbnya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya.
Dalilnya firman Allah I: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Rabbnya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya.
Sunnah Rasulullah dan Manfaat Tidur Miring ke Kanan
Posisi tidur juga berpengaruh terhadap kesehatan. Tidur berbaring dengan posisi telentang kurang sehat, sebab menekan atau menyesakkan tulang punggung, bahkan kadangkala bisa menyebabkan kita ingin ke toilet/WC. Tidur tengkurap atau menelungkup tidak baik untuk pernapasan.
9 Rahasia Yahudi Yang Tidak Diketahui Umat Islam
Senin, 15 April 2013
JABAT TANGAN DENGAN LAWAN JENIS
Fatwa Syaikh Khalid bin Abdil Mun’im Ar Rifa’i
Soal:Saya adalah pemudi dari Maroko yang sedang menetap di negara Perancis dan sudah bersungguh-sungguh dalam berpakaian Islami. Saya menolak untuk berjabat tangan dengan laki-laki dari keluarga saya dengan alasan mereka bukanlah mahram saya. Akan tetapi mereka mengingkari hal ini dan menentangnya dengan keras serta mengatakan bahwa berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram adalah dibolehkan sebagaimana yang difatwakan oleh salah satu da’i Islam yaitu Dr. Yusuf Qardhawi.
HUKUM NIQAB / PURDAH MENGIKUT PANDANGAN 4 MAZHAB
Wanita bercadar seringkali diidentikkan dengan orang arab atau
timur-tengah. Padahal memakai cadar atau menutup wajah bagi wanita
adalah ajaran Islam yang didasari dalil-dalil Al Qur’an, hadits-hadits
shahih serta penerapan para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam serta para ulama yang mengikuti mereka
Wanita Dan Parfum
3
Hukum Memakai Parfum Bagi Wanita Muslimah | Parfum dan wanita
merupakan bagian yang tak terpisahkan. Saking pentingnya banyak kaum
hawa yang tak percaya diri bila tidak memakai benda ini. Sekejap saja
kita keluar rumah dijalan, di pasar, di tempat keramaian maka akan
dengan mudah hidung kita mencium bau yang semerbak dari wewangian
parfum.
BUDHA TELAH MENGGAMBARKAN DATANGNYA NABI MUHAMMAD?
Budha Telah Menggambarkan Datangnya Nabi Muhammad?
Nama Budha pertama kali dipakai oleh Sidharta Gautama atau
sakyamuni yang lahir sekitar tahun 563 SM sebagai pendiri Budha.
Nabi Muhammad Dalam Kitab Suci Hindu
Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu
buku terakhirnya berjudul "KALKY AUTAR" (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru
diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu
100 TOKOH PALING BERPENGARUH VERSI MICHAEL H. HART
MICHAEL H. HART adalah seorang
keturunan Yahudi yang menuliskan buku berjudul “The 100“, pada tahun 1978. Buku tersebut memuat 100
tokoh yang memiliki pengaruh terkuat dalam sejarah manusia. Bukunya
secara hangat diperdebatkan, konsep bukunya secara luas ditiru. Penting
untuk dicatat bahwa Hart tidak memasukkan orang terbesar. Kriterianya
ialah orang yang berpengaruh.
Buku ini dicetak kembali pada 1992 dengan beberapa revisi nyata
terhadap daftar urutan 100 dan pangkat luar biasa mereka. Terutama di
antara revisi itu ialah penurunan pangkat tokoh komunis seperti Lenin
dan Joseph Stalin, dan pengenalan Mikhail Sergeyevich Gorbachev. Edisi
ini juga memuat Edward de Vere menggantikan William Shakespeare. Hart
menggantikan Niels Henrik David Bohr dan Antoine Henri Becquerel dengan
Ernest Rutherford, juga membetulkan kesalahan dalam edisi pertama. Henry
Ford juga dimasukkan di sini dari yang sekedar “Tokoh-tokoh Terhormat”,
menggantikan Pablo Picasso. Akhirnya, urutan itu ditata kembali.
100 Tokoh menurut Michael H. Hart – Berdasarkan Peringkat dan
Pengaruhnya
keturunan Yahudi yang menuliskan buku berjudul “The 100“, pada tahun 1978. Buku tersebut memuat 100
tokoh yang memiliki pengaruh terkuat dalam sejarah manusia. Bukunya
secara hangat diperdebatkan, konsep bukunya secara luas ditiru. Penting
untuk dicatat bahwa Hart tidak memasukkan orang terbesar. Kriterianya
ialah orang yang berpengaruh.
Buku ini dicetak kembali pada 1992 dengan beberapa revisi nyata
terhadap daftar urutan 100 dan pangkat luar biasa mereka. Terutama di
antara revisi itu ialah penurunan pangkat tokoh komunis seperti Lenin
dan Joseph Stalin, dan pengenalan Mikhail Sergeyevich Gorbachev. Edisi
ini juga memuat Edward de Vere menggantikan William Shakespeare. Hart
menggantikan Niels Henrik David Bohr dan Antoine Henri Becquerel dengan
Ernest Rutherford, juga membetulkan kesalahan dalam edisi pertama. Henry
Ford juga dimasukkan di sini dari yang sekedar “Tokoh-tokoh Terhormat”,
menggantikan Pablo Picasso. Akhirnya, urutan itu ditata kembali.
100 Tokoh menurut Michael H. Hart – Berdasarkan Peringkat dan
Pengaruhnya
- Nabi Muhammad: Penyebar agama Islam,
penguasa Arabia, mempunyai karir politik dan keagamaan yang luar biasa,
namun tetap seimbang dan serasi, mengakibatkan Nabi Muhammad memiliki
banyak pengikut, dan juga menjadi panutan seluruh masyarakat dunia
hingga saat ini. - Isaac Newton: Fisikawan, pencetus Teori Gravitasi
umum, Hukum gerak - Yesus / Nabi Isa: Isa Al Masih Kristen
- Siddhartha Gautama (Buddha): Pendiri agama Buddha
- Kong Hu Cu: Pendiri agama Kong Hu Cu
- Santo Paulus: Penyebar ajaran Kristen
- Ts’ai Lun: Penemu kertas
- Johann Gutenberg: Mengembangkan mesin cetak,
mencetak Alkitab - Christopher Columbus: Penjelajah, memimpin
orang-orang Eropa ke Amerika - Albert Einstein: Fisikawan, penemu Teori
Relativitas - Louis Pasteur: Ilmuwan, penemu Pasteurisasi
- Galileo Galilei: Astronom, secara akurat
mengemukakan teori Heliosentris - Aristoteles: Filsuf Yunani yang berpengaruh
- Euclides: Matematikawan, membuktikan tentang
Geometri - Nabi Musa: Nabi terbesar Yahudi
- Charles Robert Darwin: Biologis, mendeskripsikan
teori Evolusi - Kaisar Qin Shi Huang: Kaisar Tiongkok
- Augustus Caesar (Kaisar Agustus): Kaisar pertama
[Kekaisaran Romawi] - Nicolaus Copernicus: Astronom, salah satu tokoh
Teori Heliosentris - Antoine Laurent Lavoisier: Bapak Kimia modern,
Filsuf dan Ekonom - Constantine yang Agung: Kaisar Romawi yang
menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi negara - James Watt: Mengembangkan Mesin uap
- Michael Faraday: Fisikawan, Kimiawan, menemukan
Induksi Elektromagnetik - James Clerk Maxwell: Fisikawan, penemu Spektrum
Elektromagnetik - Martin Luther: Pendiri agama Protestan dan aliran
Lutheran - George Washington: Presiden pertama Amerika Serikat
- Karl Heinrich Marx: Bapak Komunisme
- Orville Wright dan Wilbur Wright: Penemu Pesawat
terbang - Genghis Khan: Penakluk dari bangsa Mongol
- Adam Smith: Ekonom, pelopor Kapitalisme
- Edward de Vere, 17th Earl of Oxford: Kemungkinan
menulis karya yang berkaitan dengan William Shakespeare - John Dalton: Kimiawan, Fisikawan, penemu Teori
Atom, Hukum Tekanan Parsial (Hukum Dalton) - Alexander yang Agung / Iskandar Zulkarnain:
Penakluk dari Makedonia - Kaisar Napoleon Bonaparte: Penakluk dari bangsa
Perancis - Thomas Alva Edison: Penemu bola lampu dan Fonograf,
dll. - Antony van Leeuwenhoek: Ahli Mikroskop, mempelajari
kehidupan mikroskopis - William Thomas Green Morton: Pelopor Anestesiologi
- Guglielmo Marconi: Penemu Radio
- Adolf Hitler: Penakluk, memimpin Blok Poros dalam
Perang Dunia II - Plato: Filsuf Yunani
- Oliver Cromwell: Politikus Inggris dan pemimpin
militer - Alexander Graham Bell: Salah seorang penemu Telepon
- Alexander Fleming: Penemu Penisilin, memajukan
Bakteriologi, Imunologi dan Kemoterapi - John Locke: Filsuf dan Teolog liberal
- Ludwig van Beethove: Komponis musik klasik
- Werner Karl Heisenberg: Pencetus Prinsip
Ketidakpastian - Louis-Jacques-Mandé Daguerre: Penemu/pelopor
Fotografi - Simon Bolivar: Pahlawan nasional dari Venezuela,
Kolombia, Ekuador, Peru, dan Bolivia - René Descartes: Filsuf Rasionalis dan matematikawan
- Umar bin al-Khattab: Khalifah Ar-Rasyidin kedua,
memperluas Daulah Khilafah Islamiyah. Penerus cita-cita Nabi Muhammad
SAW. - Paus Urbanus II: Penyeru Perang Salib
- Michelangelo Buonarroti: Pelukis, pematung, arsitek
- Asoka: Raja India yang masuk dan mengembangkan
agama Buddha - Santo Augustinus: Teolog Kristen awal
- William Harvey: Penemu sirkulasi darah
- Ernest Rutherford, 1st Baron Rutherford of Nelson:
Fisikawan - John Calvin: Tokoh Reformasi Gereja, pendiri
Calvinisme - Gregor Johann Mendel: Penemu teori genetika
- Max Karl Ernst Ludwig Planck: Fisikawan,
mengemukakan Termodinamika - Joseph Lister, 1st Baron Lister: Pelaku penemuan
Antiseptik yang secara besar mengurangi kematian akibat pembedahan - Nikolaus August Otto: Penemu mesin pembakaran 4 tak
- Francisco Pizarro: Penakluk dari bangsa Spanyol
yang menaklukkan Kerajaan Inka di Amerika Selatan - Hernando Cortes: Penakluk dari bangsa Spanyol yang
menaklukkan Meksiko - Thomas Jefferson: Presiden ketiga AS
- Ratu Isabella I: Penguasa Spanyol, penyokong
Cristopher Colombus - Joseph Stalin ([[Joseph Vissarionovich Dzugashvili]:
Tokoh revolusioner dan penguasa Uni Soviet - Julius Caesar: Penguasa Roma
- Raja William I sang Penakluk: Meletakkan
pembangunan Inggris modern - Sigmund Freud: Pendiri sekolah Freud untuk
psikologi, ahli psikoanalisis - Edward Jenner: Penemu vaksin cacar
- Wilhelm Conrad Roentgen: Penemu sinar X
- Johann Sebastian Bach: Komponis
- Lao Tzu: Pendiri Taoisme
- Voltaire: Penulis dan filsuf
- Johannes Kepler: Astronom penemu Hukum Kepler
tentang pergerakan planet - Enrico Fermi: Salah satu tokoh abad atom, Bapak Bom
Atom - Leonhard Euler: Fisikawan, matematikawan penemu
Kalkulus Diferensial dan Integral serta Aljabar - Jean-Jacques Rousseau: Filsuf dan pengarang Prancis
- Niccolò Machiavelli: Penulis Sang Pangeran (risalat
politik yang berpengaruh) - Thomas Robert Malthus: Ekonom penulis Esai Prinsip
Populasi dalam Pengaruhnya pada Kemajuan Masa Depan pada Masyarakat - John Fitzgerald Kennedy: Presiden AS yang
mendirikan “Program Luar Angkasa Apollo” - Gregory Goodwin Pincus: Endokrinolog, menemukan pil
KB - Mani (en): Nabi Iran abad ke-3, Pendiri
Manicheanisme - Vladimir Ilyich Lenin (Vladimir Ilyich Ulyanov):
Tokoh revolusioner dan pemimpin Rusia - Kaisar Sui Wen: Menyatukan Tiongkok, pendiri
Dinasti Sui - Vasco da Gama: Navigator, penemu rute pelayaran
Eropa ke India - Raja Cyrus yang Agung: Pendiri kekaisaran Persia
- Tsar Peter yang Agung: Mendekatkan Rusia kepada
Eropa - Mao Zedong (Mao Tse-tung): Bapak Maoisme, komunisme
Tiongkok - Sir Francis Bacon: Filsuf, menggambarkan secara
induktif metode ilmiah - Henry Ford: Pembuat mobil model T
- Meng Tse: Filsuf, pendiri sekolah Konfusianisme
- Zarathustra (Zoroaster): Pendiri Zoroastrianisme
- Ratu Elizabeth I: Ratu Inggris, memperbaiki Gereja
Inggris setelah Ratu Mary - Mikhail Sergeyevich Gorbachev: Perdana Menteri
Rusia yang mengakhiri Komunisme di Uni Soviet dan Eropa Timur - Raja Menes: Menyatukan Mesir Atas dan Mesir Bawah
- Kaisar Charlemagne: Kaisar Romawi Suci
- Homer: Penyair epik
- Kaisar Justinianus I: Kaisar Romawi, menaklukkan
kembali kekaisaran Mediterania - Mahavira: Pendiri Jainisme
10 AGAMA TERBESAR DI DUNIA
Émile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu
yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal
yang suci. Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah
sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada
Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan
pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya
ISI DALAM KA'BAH
Tak sembarang orang yang bisa memasuki Ka'bah. Oleh sebab itu, banyak
yang bertanya, apa sebenarnya yang ada dalam Ka'bah itu ? Apa benar
dalam Ka'bah masih tersimpan berhala-berhala zaman dulu sebagaimana yang
dituduhkan kaum perusak Islam?
Bukti Ilmiah Kebenaran Hari Kebangkitan …!! Subhanallaah ….
Rahasia kebenaran Al-Qur’an
terungkap lagi, ditemukan dan terus ditemukan! Hari kebangkitan, dimana
umat manusia akan dihidupkan oleh Allah setelah hari kiamat, oleh umat
dulu jaman nabi-nabi tidak dipercayai karena tidak masuk akal mereka.
Kebaikan minum air secara duduk
Mengapa Rasulullah SAW menggalakkan kita minum air secara duduk ?Ternyata
secara perubatan, dlm tubuh kita terdapat penapis sfringer. Saringan
tersebut dapat terbuka ketika kita duduk, dan tertutup ketika kita
berdiri.
Matikan lampu ketika tidur, tinjauan Sains dan pesanan Rasulullah SAW
Semakin
malam semakin gelap tubuh kita akan merasa lelah dan mengantuk. Ini
jelas wajar, sintesis dan sekresi hormon melatonin oleh kelenjar pineal
meningkat seiring dengan semakinnya malam.
ISLAM DI INDIA
Hubungan antara negara Arab dan India sebelum kedatangan Islam sudah
lama terjalin baik, terutama dalam hubungan perdagangan. Sejak lama
ramai orang-orang Arab yang berlayar ke India untuk berniaga dan mencari
bahan makanan.
Hubungan antara dua negeri tersebut hanya melalui jalur laut. Banyak kapal layar bangsa Arab dan India hilir-mudik di perairan Laut Arab dan Teluk Persia dan terdapat juga yang terus ke bagian selatan Semenanjung Arab menuju Yaman dan Laut Merah. Hampir keseluruhan pantai barat India menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal Arab yang hendak berlayar ke Cina, Asia Timur, dan Asia Tenggara.
Menurut Hamka dalam bukunya, Sejarah Umat Islam, pada tahun 684 M, atau pada abad pertama Hijriyyah, di bahagian barat Sumatera terdapat satu perkampungan Arab. Jadi orang Arab memang sudah lama berlayar mengarungi Lautan India dalam perjalanan mereka menuju Asia Tenggara dan Cina. Dan sudah menjadi kelaziman pula kapal-kapal bangsa Arab singgah di Pantai Barat India untuk menambah persiapan bahan makanan dan kelengkapan yang diperlukan.
Di samping itu buku-buku sejarah memang banyak menyebutkan bahwa pantai barat India, seperti Gujarat, Malabar, Kerala, dan Bombay merupakan pusat perdagangan dan tempat pertukaran barang-barang yang datang dari Timur dan Barat.
Delegasi Utsman RA
Jalur pelayaran bangsa Arab melalui lautan India dan sering kali kapal-kapal mereka singgah di sekitar pantai barat India. Di samping menjalankan perniagaan, mereka pun berusaha menyebarkan agama Islam ke India, sebagaimana yang terjadi di Nusantara.
Khalifah Utsman RA, khalifah ketiga yang berkuasa antara 23 H hingga 25 H/644-656 M pernah mengirim utusannya ke India untuk melihat dari dekat dan mempelajari situasi India. Rombongan utusan, yang dipimpin Hakam bin Jabalah Al-Abdi, berhasil masuk wilayah Sind, atau Pakistan Selatan sekarang.
Setelah melihat keadaan sekitarnya, mereka pulang menghadap Khalifah dan menceritakan keadaan wilayah Sind dengan bersyair:
Air di sana sangat sedikit
pencurinya garang
tanahnya tandus
Jika dikirim ke sana tentara yang banyak mereka akan mati kelaparan
dan jika dalam jumlah sedikit
mereka akan lenyap dan musnah
Mendengar keterangan tersebut, keinginan Khalifah Utsman RA untuk mengirim tentaranya tertahan. Namun ia beroleh manfaat dari kabar yang dibawa delegasi tersebut, hingga ia mengetahui dengan lebih dekat adat-istiadat masyarakat setempat dan juga dapat mengetahui jalan yang menghubungkan Arab dan India hingga tidak menjadi kesulitan yang besar untuk “menaklukkan” benua kecil itu pada suatu saat kelak.
Setelah melewati beberapa pergantian kekhalifahan, pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan, khalifah kelima Dinasti Bani Umayyah, muncullah inisiatif untuk menaklukkan India. Namun usaha penaklukan India baru terlaksana pada masa pemerintahan putra Abdul Malik yang bernama Al-Walid atas saran gubernur Irak, Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi.
Tahun 87 H/706 M, Khalifah Al-Walid mengirim pasukan sebanyak enam ribu orang ke wilayah Sind di bawah pimpinan seorang panglima yang masih muda, Muhammad bin Qasim Ats-Tsaqafi, yang ketika itu baru berusia 17 tahun, dengan seorang pembantunya, Abul Aswad Jahm bin Zuhair Al-Ju’fi.
Penaklukan Kota demi Kota
Muhammad
bin Qasim bersama pasukan perangnya berangkat ke India melalui jalur
darat dan melintasi wilayah Sind. Wilayah Sind ketika itu di bawah
kekuasaan Kerajaan Dahar, yang berpusat di kota Dibul.
Dikisahkan, saat itu Kerajaan Dahar menjadi penghalang bagi masuknya Islam ke tanah India. Karenanya, Muhammad bin Qasim terlebih dulu merancang untuk membuang batu penghalang tersebut.
Muhammad bin Qasim mengerahkan tentaranya ke kota Makran, karena kota tersebut merupakan pembuka jalan pada penaklukan selanjutnya. Kota Makran pun dapat ditaklukkan dengan mudah. Setelah itu, kota demi kota, termasuk Qanzbur, Armail, dan Dibul, pun jatuh ke tangan pasukan kaum muslimin.
Di kota Dibul, ibu kota Kerajaan Dahar, panglima terpaksa menghadapi tantangan yang sangat hebat dari penduduk kota tersebut. Namun, berkat kesungguhan dan keteguhan Muhammad bin Qasim, pasukan muslimin berhasil merebut benteng pertahanan kota ini dan menguasainya.
Setelah mengetahui berita jatuhnya kota itu, raja Dahar berupaya melarikan diri menuju kota Makran. Akan tetapi pasukan kaum muslimin terus mengepungnya dan akhirnya raja itu dapat ditangkap.
Muhammad bin Qasim Ats-Tsaqafi meneruskan serangannya ke kota-kota lain, seperti Sawandai, Rurr, dan Multan, sehingga keseluruhan wilayah Sind itu dapat dikuasai.
Setelah berhasil menaklukkan seluruh wilayah Sind, Khalifah Al-Walid melantiknya sebagai gubernur di wilayah tersebut.
Demi mengingat jasa-jasa besar yang ditorehkan pemuda Muhammad bin Qasim, seorang penyair Arab memujinya:
Dalam usia tujuh belas tahun
ia sudah dapat membangun negeri
Sedangkan kawan-kawan sebayanya
ketika itu sedang asyik bermain
Tapi malang nasib pahlawan muda yang berjasa besar dalam mensyiarkan Islam di tanah Sind ini. Pada masa pemerintahan Sulaiman bin Abdul Malik, pengganti Khalifah Al-Walid, ia pun dipanggil menghadap khalifah ke Damaskus (Syria), ibu kota pemerintahan Islam ketika itu. Bahkan dengan paksa, ia ditangkap dan diikat kedua tangannya dan dibawa ke Damaskus. Penduduk Sind amat bersedih menyaksikan peristiwa yang menimpa diri Muhammad bin Qasim.
Tak lama setelah itu terdengarlah berita bahwa Muhammad bin Qasim wafat di dalam penjara.
Tindakan Khalifah Sulaiman terhadap Muhammad bin Qasim tersebut dilatarbelakangi adanya faktor intrik politik antara dirinya dan keluarga Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi, dan Muhammad bin Qasim termasuk dalam keluarga Hajjaj bin Yusuf.
Sementara pihak menilai, seandainya panglima muda ini tidak dipanggil pulang ke Damaskus, tentu keadaan India tidak seperti sekarang ini. Boleh jadi India saat ini menjadi negara Islam yang kuat. Namun demikian nama Muhammad bin Qasim tetap harum dan dikenang oleh masyarakat muslimin India, terutama di daerah Sind dan sekitarnya.
Hanafiyah dan Syafi’iyah
Setelah
Muhammad bin Qasim wafat, kedudukan kaum muslimin mulai goyang dan
melemah. Tiga abad kemudian, barulah kedudukan mereka menguat kembali
dan sangat berpengaruh setelah kedatangan Sultan Mahmud Al-Ghaznawi dari
Afghanistan. Sultan ini berjasa dalam mendirikan kerajaan Islam di
tanah India tersebut.
Gerakan yang dipimpin Sultan Mahmud Al-Ghaznawi datang melalui celah-celah gunung yang curam di Afghanistan, menembus Genting Khaibar yang terkenal curam.
Dengan kedatangan Sultan Mahmud, India mulai membuka lembaran baru dalam sejarahnya, yaitu berada di bawah kekuasaan Islam secara mutlak. Peristiwa ini terjadi di akhir abad keempat Hijriyyah.
Selain raja-raja, nama-nama kaum ulama dan dai juga banyak memenuhi halaman-halaman buku sejarah India. Mereka datang semata-mata untuk mensyiarkan agama.
Pengaruh mereka di tengah-tengah masyarakat lebih kuat dan mendalam dari pengaruh para raja, yang lebih mementingkan kedudukan dan perluasan daerah kekuasaan.
Di antara ulama yang terkenal ialah Syaikh Ismail Al-Lahori (w. 448 H/1056 M), yang berhasil mengislamkan puluhan ribu penduduk Lahore, Syaikh Mu’inuddin Al-Jisyti (w. 627 H/1230 M), yang telah mengislamkan ratusan ribu penduduk Ajmir, Syaikh Fariduddin Al-Ajwadi (w. 664 H/1266 M) dan Syaikh Ali bin Syihab Al-Hamdzani (w. 784 H/1382 M), yang berhasil mengislamkan sebagian besar penduduk India lainnya.
Masih banyak lagi kaum ulama yang berjasa besar dalam dakwah Islamiyah di kalangan masyarakat India, seperti yang disenaraikan dalam kitab Al-Muslimun fi al-Hind, karya Sayyid Abul Hasan Ali An-Nadwi.
Selain para ulama yang datang dari lereng pegunungan Afghanistan, India diramaikan pula dengan kedatangan para ulama dari Semenanjung Arab Selatan, seperti Yaman dan Hadhramaut, yang turut berdakwah dan menyebarkan agama Islam di India bersama para saudagar Islam yang berjiwa dakwah. Orang-orang seperti ini pulalah yang membawa agama Islam ke tanah Melayu dan sekitarnya.
Pemahaman agama atau madzhab yang dianut kaum muslimin India, yaitu Madzhab Hanafi dan Madzhab Syafi’i, menunjukkan kenyataan sejarah tersebut. Dapat disimpulkan, Islam masuk ke India melalui dua jalan. Pertama, melalui Pantai Barat India, sebagai pintu masuk Islam dari Semanjung Arab Selatan. Dan kedua, melalui bagian Barat Laut, yaitu Afghanistan dan Turki.
Kebanyakan kaum muslimin yang menetap di India sebelah barat dan selatan menganut Madzhab Syafi’I, karena mereka menerima Islam dari Semenanjung Arab yang dibawa oleh orang-orang Yaman dan Hadhramaut, yang bermadzhab Syafi’i. Sementara kaum muslimin India yang menetap di bagian utara dan timur, hampir keseluruhannya bermadzhab Hanafi, sebab mereka menerima ajaran Islam dari orang-orang Afghanistan dan Turki, yang kebanyakannya bermadzhab Hanafi.
Hubungan antara dua negeri tersebut hanya melalui jalur laut. Banyak kapal layar bangsa Arab dan India hilir-mudik di perairan Laut Arab dan Teluk Persia dan terdapat juga yang terus ke bagian selatan Semenanjung Arab menuju Yaman dan Laut Merah. Hampir keseluruhan pantai barat India menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal Arab yang hendak berlayar ke Cina, Asia Timur, dan Asia Tenggara.
Menurut Hamka dalam bukunya, Sejarah Umat Islam, pada tahun 684 M, atau pada abad pertama Hijriyyah, di bahagian barat Sumatera terdapat satu perkampungan Arab. Jadi orang Arab memang sudah lama berlayar mengarungi Lautan India dalam perjalanan mereka menuju Asia Tenggara dan Cina. Dan sudah menjadi kelaziman pula kapal-kapal bangsa Arab singgah di Pantai Barat India untuk menambah persiapan bahan makanan dan kelengkapan yang diperlukan.
Di samping itu buku-buku sejarah memang banyak menyebutkan bahwa pantai barat India, seperti Gujarat, Malabar, Kerala, dan Bombay merupakan pusat perdagangan dan tempat pertukaran barang-barang yang datang dari Timur dan Barat.
Delegasi Utsman RA
Jalur pelayaran bangsa Arab melalui lautan India dan sering kali kapal-kapal mereka singgah di sekitar pantai barat India. Di samping menjalankan perniagaan, mereka pun berusaha menyebarkan agama Islam ke India, sebagaimana yang terjadi di Nusantara.
Khalifah Utsman RA, khalifah ketiga yang berkuasa antara 23 H hingga 25 H/644-656 M pernah mengirim utusannya ke India untuk melihat dari dekat dan mempelajari situasi India. Rombongan utusan, yang dipimpin Hakam bin Jabalah Al-Abdi, berhasil masuk wilayah Sind, atau Pakistan Selatan sekarang.
Setelah melihat keadaan sekitarnya, mereka pulang menghadap Khalifah dan menceritakan keadaan wilayah Sind dengan bersyair:
Air di sana sangat sedikit
pencurinya garang
tanahnya tandus
Jika dikirim ke sana tentara yang banyak mereka akan mati kelaparan
dan jika dalam jumlah sedikit
mereka akan lenyap dan musnah
Mendengar keterangan tersebut, keinginan Khalifah Utsman RA untuk mengirim tentaranya tertahan. Namun ia beroleh manfaat dari kabar yang dibawa delegasi tersebut, hingga ia mengetahui dengan lebih dekat adat-istiadat masyarakat setempat dan juga dapat mengetahui jalan yang menghubungkan Arab dan India hingga tidak menjadi kesulitan yang besar untuk “menaklukkan” benua kecil itu pada suatu saat kelak.
Setelah melewati beberapa pergantian kekhalifahan, pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan, khalifah kelima Dinasti Bani Umayyah, muncullah inisiatif untuk menaklukkan India. Namun usaha penaklukan India baru terlaksana pada masa pemerintahan putra Abdul Malik yang bernama Al-Walid atas saran gubernur Irak, Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi.
Tahun 87 H/706 M, Khalifah Al-Walid mengirim pasukan sebanyak enam ribu orang ke wilayah Sind di bawah pimpinan seorang panglima yang masih muda, Muhammad bin Qasim Ats-Tsaqafi, yang ketika itu baru berusia 17 tahun, dengan seorang pembantunya, Abul Aswad Jahm bin Zuhair Al-Ju’fi.
Penaklukan Kota demi Kota
Dikisahkan, saat itu Kerajaan Dahar menjadi penghalang bagi masuknya Islam ke tanah India. Karenanya, Muhammad bin Qasim terlebih dulu merancang untuk membuang batu penghalang tersebut.
Muhammad bin Qasim mengerahkan tentaranya ke kota Makran, karena kota tersebut merupakan pembuka jalan pada penaklukan selanjutnya. Kota Makran pun dapat ditaklukkan dengan mudah. Setelah itu, kota demi kota, termasuk Qanzbur, Armail, dan Dibul, pun jatuh ke tangan pasukan kaum muslimin.
Di kota Dibul, ibu kota Kerajaan Dahar, panglima terpaksa menghadapi tantangan yang sangat hebat dari penduduk kota tersebut. Namun, berkat kesungguhan dan keteguhan Muhammad bin Qasim, pasukan muslimin berhasil merebut benteng pertahanan kota ini dan menguasainya.
Setelah mengetahui berita jatuhnya kota itu, raja Dahar berupaya melarikan diri menuju kota Makran. Akan tetapi pasukan kaum muslimin terus mengepungnya dan akhirnya raja itu dapat ditangkap.
Muhammad bin Qasim Ats-Tsaqafi meneruskan serangannya ke kota-kota lain, seperti Sawandai, Rurr, dan Multan, sehingga keseluruhan wilayah Sind itu dapat dikuasai.
Setelah berhasil menaklukkan seluruh wilayah Sind, Khalifah Al-Walid melantiknya sebagai gubernur di wilayah tersebut.
Demi mengingat jasa-jasa besar yang ditorehkan pemuda Muhammad bin Qasim, seorang penyair Arab memujinya:
Dalam usia tujuh belas tahun
ia sudah dapat membangun negeri
Sedangkan kawan-kawan sebayanya
ketika itu sedang asyik bermain
Tapi malang nasib pahlawan muda yang berjasa besar dalam mensyiarkan Islam di tanah Sind ini. Pada masa pemerintahan Sulaiman bin Abdul Malik, pengganti Khalifah Al-Walid, ia pun dipanggil menghadap khalifah ke Damaskus (Syria), ibu kota pemerintahan Islam ketika itu. Bahkan dengan paksa, ia ditangkap dan diikat kedua tangannya dan dibawa ke Damaskus. Penduduk Sind amat bersedih menyaksikan peristiwa yang menimpa diri Muhammad bin Qasim.
Tak lama setelah itu terdengarlah berita bahwa Muhammad bin Qasim wafat di dalam penjara.
Tindakan Khalifah Sulaiman terhadap Muhammad bin Qasim tersebut dilatarbelakangi adanya faktor intrik politik antara dirinya dan keluarga Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi, dan Muhammad bin Qasim termasuk dalam keluarga Hajjaj bin Yusuf.
Sementara pihak menilai, seandainya panglima muda ini tidak dipanggil pulang ke Damaskus, tentu keadaan India tidak seperti sekarang ini. Boleh jadi India saat ini menjadi negara Islam yang kuat. Namun demikian nama Muhammad bin Qasim tetap harum dan dikenang oleh masyarakat muslimin India, terutama di daerah Sind dan sekitarnya.
Hanafiyah dan Syafi’iyah
Gerakan yang dipimpin Sultan Mahmud Al-Ghaznawi datang melalui celah-celah gunung yang curam di Afghanistan, menembus Genting Khaibar yang terkenal curam.
Dengan kedatangan Sultan Mahmud, India mulai membuka lembaran baru dalam sejarahnya, yaitu berada di bawah kekuasaan Islam secara mutlak. Peristiwa ini terjadi di akhir abad keempat Hijriyyah.
Selain raja-raja, nama-nama kaum ulama dan dai juga banyak memenuhi halaman-halaman buku sejarah India. Mereka datang semata-mata untuk mensyiarkan agama.
Pengaruh mereka di tengah-tengah masyarakat lebih kuat dan mendalam dari pengaruh para raja, yang lebih mementingkan kedudukan dan perluasan daerah kekuasaan.
Di antara ulama yang terkenal ialah Syaikh Ismail Al-Lahori (w. 448 H/1056 M), yang berhasil mengislamkan puluhan ribu penduduk Lahore, Syaikh Mu’inuddin Al-Jisyti (w. 627 H/1230 M), yang telah mengislamkan ratusan ribu penduduk Ajmir, Syaikh Fariduddin Al-Ajwadi (w. 664 H/1266 M) dan Syaikh Ali bin Syihab Al-Hamdzani (w. 784 H/1382 M), yang berhasil mengislamkan sebagian besar penduduk India lainnya.
Masih banyak lagi kaum ulama yang berjasa besar dalam dakwah Islamiyah di kalangan masyarakat India, seperti yang disenaraikan dalam kitab Al-Muslimun fi al-Hind, karya Sayyid Abul Hasan Ali An-Nadwi.
Selain para ulama yang datang dari lereng pegunungan Afghanistan, India diramaikan pula dengan kedatangan para ulama dari Semenanjung Arab Selatan, seperti Yaman dan Hadhramaut, yang turut berdakwah dan menyebarkan agama Islam di India bersama para saudagar Islam yang berjiwa dakwah. Orang-orang seperti ini pulalah yang membawa agama Islam ke tanah Melayu dan sekitarnya.
Pemahaman agama atau madzhab yang dianut kaum muslimin India, yaitu Madzhab Hanafi dan Madzhab Syafi’i, menunjukkan kenyataan sejarah tersebut. Dapat disimpulkan, Islam masuk ke India melalui dua jalan. Pertama, melalui Pantai Barat India, sebagai pintu masuk Islam dari Semanjung Arab Selatan. Dan kedua, melalui bagian Barat Laut, yaitu Afghanistan dan Turki.
Kebanyakan kaum muslimin yang menetap di India sebelah barat dan selatan menganut Madzhab Syafi’I, karena mereka menerima Islam dari Semenanjung Arab yang dibawa oleh orang-orang Yaman dan Hadhramaut, yang bermadzhab Syafi’i. Sementara kaum muslimin India yang menetap di bagian utara dan timur, hampir keseluruhannya bermadzhab Hanafi, sebab mereka menerima ajaran Islam dari orang-orang Afghanistan dan Turki, yang kebanyakannya bermadzhab Hanafi.
PENYIMPANGAN SYI'AH
POKOK-POKOK KESESATAN SYIAH
DILIHAT DARI BUKU FIQIH JA'FARI
DILIHAT DARI BUKU FIQIH JA'FARI
- “Pada rakaat ketiga salat Magrib dan pada dua rakaat terakhir salat Zuhur, Asar, dan Isya, orang boleh memilih antara membaca al-Fatihah dan membaca :
سُبْحَانَ اللهِ وَ الْحَمْدُ ِللهِ وَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ.
sekali. Namun disunnahkan membacanya tiga kali.” (Fiqih Ja’fari, hal. 162).
- Mengganti ucapan aamiin setelah membaca Al-Fatihah dengan ucapan al-hamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Karena dengan sengaja membaca aamiin setelah Al-Fatihah adalah membatalkan shalat. “….berdasarkan ucapan Imam Shadiq (as), “Jika engkau salat di belakang seorang imam, lalu ia membaca al-Fatihah dan selesai, maka ucapkanlah, ‘Alhamdu lillahi Rabil’alamin.’ Janganlah engkau mengucapkan, ‘Amin.’” (Fiqih Ja’fari, hal. 173).
- “Telah kami sebutkan bahwa rukun salat ada lima, yaitu niat, takbiratul ihram, berdiri ketika takbiratul ihram dan sebelum rukuk, rukuk dan dua sujud.” (Fiqih Ja’fari, hal. 177).
- Shalat dengan pakaian atau tempat najis. “Seseorang boleh salat pada pakaian atau empat yang najis asalkan kering dan tidak berpindah, kecuali tempat dahi, karena sujud disyaratkan harus pada sesuatu yang suci.” (Fiqih Ja’fari, hal. 144)
- Membolehkan shalat dalam keadaan telanjang. “Imam Shadiq (as) ditanya tentang seorang lelaki yang keluar telanjang, kemudian dating waktu salat. Beliau berkata, “Ia salat telanjang dengan berdiri bila tidak ada yang melihatnya, dan dengan duduk bila ada yang melihatnya.” (Fiqih Ja’fari, hal. 141).
- “Barangsiapa salat tamam dengan sengaja dan tahu, padahal syarat-syarat qasar telah terpenuhi, maka salatnya batal dan ia harus salat lagi di dalam waktu atau qada jika waktu sudah keluar, sebab yang ia lakukan itu bukan yang diperintahkan.” (Fiqih Ja’fari, hal. 241).
- “Salat dua hari raya adalah wajib, begitu juga salat Kusuf.” (Fiqih Ja’fari, hal. 250).
- Perbedaan dalam tata cara shalat Idul Fithri/Adha. “Di dalam salat dua hari raya, seseorang mengucapkan takbir sekali untuk membuka salat, kemudian membaca Ummul Kitab dan surat, lalu bertakbir lima kali dengan membaca qunut di antara takbir-takbir tersebut, setelah itu bertakbir sekali untuk rukuk. Pada rakaat kedua, ia membaca Ummul Kitab dan surat, pada rakaat pertama membaca surat al-A’la dan pada rakaat kedua membaca surat asy-Syams, kemudian bertakbir empat kali dengan membaca qunut di antara takbir-takbir tersebut, lalu rukuk dengan takbir kelima.” (Fiqih Ja’fari, hal. 251).
- “Salat Kusuf (gerhana) adalah wajib.” (Fiqih Ja’fari, hal. 253).
- Tentang air yang terkena najis: “Air yang bekas digunakan untuk membersihkan tempat keluarnya kencing dan tinja adalah suci dengan syarat ia tidak berubah karena najis tersebut, tidak ada najis dari luar yang mengenainya, kencing atau tinja yang keluar itu tidak meluber ke mana, tidak ada darah yang keluar bersamanya, dan tidak terdapat bagian-bagian tinja pada air tersebut.” (Fiqih Ja’fari, hal. 43).
- Shalat jenazah tanpa wudlu. Imam Ridha berkata, “Dan kami membolehkan salat atas mayat tanpa wudu karena dalam salat tersebut tidak ada rukuk dan sujud, sedang kewajiban wudu itu hanyalah untuk salat yang ada rukuk dan sujud.” (Fiqih Ja’fari, hal. 46).
- Tata cara berwudlu : “Berwudu satu kali adalah fardu, dua kali tidak berpahala, dan tiga kali bid’ah.” (Fiqih Ja’fari, hal. 56).
- Syiah melarang shalat di belakang tiga orang : “tiga orang, janganlah kalian salat di belakang mereka: orang yang tidak dikenal, orang yang keterlaluan (melampauai batas), dan orang yang terang-terangan berbuat fasik.” (Fiqih Ja’fari, hal. 209).
- “Makmum harus menentukan, di dalam hatinya, imam yang akan ia ikuti, baik dengan (menyebut) namanya, sifatnya, ataupun dengan isyarat.” (Fiqih Ja’fari, hal. 210).
- “Sujud di atas tanah kuburan Husain (as) menyinari tujuh bumi. Siapa yang memiliki tasbih yang terbuat dari tanah kuburan Husain maka ia dicatat sebagai orang yang bertasbih, sekalipun ia tidak bertasbih dengannya.” (Fiqih Ja’fari, hal. 146).
- Menafsirkan ayat Al-Qur`an secara menyimpang. ”Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus,” (QS Al-Mulk: 22). ”Mungkin kiasan ini akan menjadi nyata dalam alam jiwa. Dalam hadis shirathal mustaqim, ayat ini ditafsirkan berkenaan dengan Amirul Mukminin dan para imam yang suci. Abil Hasan berkata: ”Allah telah memberikan contoh pada ayat ini bagi orang yang berpaling dari wilayah ’Ali. Mereka ibarat orang yang berjalan terjungkal di atas kepala, serta tidak mendapatkan petunjuk, dan orang yang mengikuti jalan Imam ’Ali adalah jalan mereka yang diluruskan. Jalan yang lurus diartikan dengan Imam ’Ali dan para washi-nya. Sebelum ini kita telah menerangkan bahwa manusia yang sempurna berada pada jalan yang lurus.” (Dikutip dari buku, 40 Hadis telaah Imam Khomeini atas Hadis-hadis Mistis dan Akhlak, Penerbit Mizan, cetakan 1, Shafar 1415/Juli 1994, hal. 196-197).
- Dan masih banyak yang lainnya.
FATWA MENGENAI ROKOK
Berikut adalah fatwa mengenai rokok di beberapa negara
- Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan fatwa bahawa merokok, menanam tembakau dan memperniagakannya hukumnya adalah haram kerana daripadanya terdapat kemudaratan.
- Ulama-ulama semasa seperti Dr Abdul Jalil Shalabi mengatakan merokok adalah haram kerana ia boleh mendatangkan kemudaratan kepada kesihatan masyarakat.
- Dr Zakaria Al Bari (anggota Akademi Kajian Islam dan Anggota Lujnah Fatwa Al-Azhar) menyatakan merokok hukumnya haram atau makruh adalah pendapat yang kuat.
- Al Imam Abdul Halim Mahmud dalam kitabnya telah memberi fatwa merokok hukumnya makruh jika ia tidak mendatangkan kemudaratan kepada kesihatan. Sebaliknya adalah haram jika ia mendatangkan kemudaratan kepada kesihatan.
- Syeikh Hasanain Makhluf iaitu bekas Mufti Kerajaan Mesir telah menetapkan merokok adalah haram jika mendatangkan mafsadat kesihatan dan mengurangkan hak keluarga dari segi pengurangan nafkah kepada keluarganya. Makruh jika mafsadat itu tidak ketara atau tidak mengurangkan hak nafkah keluarga.
- Di Malaysia, Muzakarah Jawatankuasa Fatwa, Majlis Kebangsaan Hal Ehwal Islam Malaysia Kali Ke-37 yang berlangsung pada 23 Mac 1995 telah memutuskan bahawa amalan merokok itu hukumnya adalah haram menurut pandangan Islam.
- Fatwa Negeri Selangor Darul Ehsan yang telah diwartakan pada 7 Disember 1995 di bawah Enakmen Pentadbiran Perundangan Islam 1989 telah menyebutkan bahawa amalan menghisap apa jua jenis rokok adalah haram bagi mana-mana orang Islam.
- Fatwa Negeri Perlis memutuskan bahawa menanam tembakau atau merokok dan memanfaatkan hasil tembakau adalah haram.
- Jawatankuasa Fatwa Negeri Kedah berpegang kepada fatwa merokok adalah haram walaupun sehingga kini belum ada penguatkuasaan berhubung perkara itu kerana berdasarkan pendapat pengamal perubatan bahawa perbuatan merokok boleh mendatangkan mudarat.
- Jawatankuasa Fatwa Negeri Melaka juga telah bersetuju menerima pakai keputusan Muzakarah Jawatankuasa Fatwa, Majlis Kebangsaan Hal Ehwal Islam Malaysia Kali Ke-37 bahawa amalan merokok itu hukumnya adalah haram..
Hidup
hanya sekali, maka jangan sampai sudah ditimpa penyakit baru hendak
beringat. Bak kata orang, jangan sudah terhantuk baru terngadah.
Ingatkah anda iklan kempen berhenti merokok (di atas) yang pernah
disiarkan di TV sedikit masa dahulu? Mesejnya juga jelas - BERHENTILAH MEROKOK!
Motivasi Islami
Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. – Nabi Muhammad SawPahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah. – Nabi Muhammad Saw
Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya. – Jalinus At Thabib
Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. – Abu Bakar Sibli
Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. – Abu Bakar Sibli
Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. ~ Nabi Muhammad SAW
Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. ~ Nabi Muhammad SAW
Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. ~ Nabi Muhammad SAW
Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. ~ Nabi Muhammad SAW
Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal. ~ Imam Al Ghazali
Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah ‘Umar
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. ~ Ibnu Mas’ud
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. ~ Khalifah ‘Ali
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. ~ Ibnu Mas’ud
Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. ~ Khalifah ‘Ali
Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. ~ Khalifah ‘Umar
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawawi
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. ~ Khalifah ‘Umar
Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. (Sayidina Abu bakar)
Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu: Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna (Sayidina Abu Bakar)
Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. (Sayidina Umar bin Khattab)
Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya. Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. (Sayidina Umar bin Khattab)
Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima? (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu’. Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia. Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya. Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’. Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi. Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki. Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara’, sedang orang yang tidak wara’ itu bererti hatinya mati. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah: Hatinya selalu berniat suci. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa). Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. (Sayidina Utshman bin Affan)
Abu Hurairah ra. Berkata, Rasulullah bersabda: Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan shodaqohnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah shodaqoh, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkatkan barang ke atas kendaraannya adalah shodaqoh, kata-kata yang baik adalah shodaqoh, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan sholat adalah shodaqoh, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah shodaqoh. (HR Bukhari dan Muslim)
Puasa dan al-Quran itu akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Di mana puasa akan berkata, –Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya–. Sedangkan al-Quran berkata, –Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya–. Beliau bersabda, –Maka keduanya pun memberikan syafaat– (HR. Ahmad, al-Hakim, dan Abu Nu`aim)
Langganan:
Komentar (Atom)



